Kamis, 23 April 2026 · 09:42 WIB IDR/USD 16.285 ▼ 0.12% IHSG 7.842,11 ▲ 0.64% Emas Rp 1.384.000/gr Jakarta 29°C ☁
LIVE Sidang Paripurna DPR
Lokatv.News
Kabar Dari Tanah Air
Bagikan
f 𝕏 wa tg 🔗
Laporan Utama · Daerah

Peresmian Jalur Tol Lokataru–Samarangan: Jalan Baru, Ekonomi Baru bagi 1,2 Juta Warga

Setelah empat tahun pembangunan yang diwarnai hambatan teknis, pembebasan lahan, dan pandemi, ruas tol sepanjang 78 kilometer itu akhirnya dibuka untuk umum. Pemerintah daerah memproyeksikan lonjakan aktivitas perdagangan hingga 40% dalam enam bulan pertama. Namun tidak semua warga menyambut euforia yang sama.

Peresmian Jalur Tol Lokataru–Samarangan
Hari peresmian — Kendaraan mulai melintas di ruas utama Tol Lokataru–Samarangan yang diresmikan Rabu (22/4) kemarin. Proyek ini menelan biaya total Rp 14,7 triliun. FOTO: FIKRI HANIF / LOKATV NEWS

LOKATARU — Matahari belum sepenuhnya tinggi ketika rombongan pejabat tiba di Gerbang Tol Samarangan, Rabu pagi. Di sisi jalan, puluhan warga berkumpul — sebagian membawa anak-anak yang baru pertama kali akan melewati jalan tol. Ada yang datang dari desa-desa di Kabupaten Tengah, menempuh perjalanan sejak subuh. Pagi itu, sesuatu yang sebelumnya hanya terlihat di televisi akhirnya hadir di tanah mereka sendiri.

Ruas Tol Lokataru–Samarangan sepanjang 78 kilometer itu resmi beroperasi setelah tertunda dua tahun dari jadwal semula. Menurut Kementerian Pekerjaan Umum, proyek ini merupakan bagian dari program konektivitas regional yang dirancang untuk menghubungkan sentra-sentra produksi di kawasan selatan dengan pelabuhan ekspor di utara.

"Ini bukan sekadar jalan," kata Gubernur Lokataru Pramudya Wisnu dalam sambutannya. "Ini adalah pintu yang selama puluhan tahun kita ketuk-ketuk tanpa pernah benar-benar terbuka."

Angka yang disebut pemerintah daerah memang mengesankan. Proyeksi pertumbuhan ekonomi regional diperkirakan mencapai 7,2% tahun depan — jauh di atas rata-rata nasional. Waktu tempuh Lokataru ke pelabuhan Samarangan yang selama ini bisa memakan 5–6 jam, kini bisa ditempuh dalam 1 jam 20 menit.

🗺️ Tol Lokataru–Samarangan dalam Angka

78 Kilometer panjang jalur utama
Rp 14,7T Total biaya konstruksi
4 Tahun masa pembangunan
1,2 juta Warga yang diperkirakan terdampak langsung
14 Gerbang tol & simpang susun
Rp 18.500 Tarif termurah (gol I, Lokataru–exit 3)

Antara Harapan dan Keresahan Warga

Di Desa Cikalong, sekitar tujuh kilometer dari pintu keluar Tol Lokataru, suasananya lebih tenang dibanding di seremoni peresmian. Pak Jayadi, 54, pemilik warung kopi di pinggir jalur lama, memandangi deretan truk yang dulu rutin berhenti di depan warungnya — kini mayoritas beralih ke jalur baru.

"Sehari bisa 20, 30 truk yang mampir," katanya. "Sekarang saya hitung hari ini baru tiga."

Cerita seperti Pak Jayadi tidak muncul di pidato peresmian. Namun bagi warga pinggir jalur lama — yang ekonominya selama dekade terakhir dibangun di sekitar arus logistik — tol baru membawa pertanyaan yang belum terjawab: bagaimana mereka akan menyesuaikan diri?

Yang kami lakukan bukan sekadar membangun tol. Kami sedang membuka pintu bagi anak-anak di pelosok untuk mimpi yang selama ini terasa terlalu jauh. Pramudya Wisnu — Gubernur Lokataru, dalam pidato peresmian

Dr. Siti Wardani, pengamat ekonomi pembangunan dari Universitas Gadjah Mada, mengingatkan bahwa dampak infrastruktur besar selalu memiliki dua sisi. "Konektivitas baru menciptakan pemenang dan pihak yang harus menyesuaikan diri. Tantangannya adalah memastikan yang kedua tidak ditinggalkan begitu saja oleh kebijakan."

Pemerintah daerah mengaku sudah menyiapkan program pendampingan bagi pelaku usaha mikro di sepanjang jalur lama. Anggaran Rp 48 miliar dialokasikan untuk pelatihan alih profesi dan skema kredit usaha rakyat. Realisasinya akan dimulai bulan depan.

Investasi yang Sudah Mulai Mengalir

Salah satu ruas jalan tol baru yang membelah lahan persawahan di Kabupaten Tengah. FOTO: FIKRI HANIF / LOKATV NEWS

Beberapa minggu sebelum peresmian, sejumlah investor sudah mengantre. Kepala Dinas Penanaman Modal Provinsi Lokataru menyebut ada tujuh investasi senilai total Rp 2,3 triliun yang siap dieksekusi dalam tiga bulan ke depan — mayoritas bergerak di sektor agrikultur, logistik, dan pariwisata.

Kawasan industri baru seluas 340 hektar sedang disiapkan di dekat exit 5, yang diperkirakan akan menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja lokal pada tahap pertama.

Sektor yang Paling Terdampak

  • Pertanian & hasil kebun — distribusi produk ke pasar ekspor lebih cepat, mengurangi kerusakan pasca-panen
  • Pariwisata — destinasi wisata di pedalaman Lokataru yang sebelumnya sulit dijangkau kini dalam radius 2 jam dari kota
  • UMKM — peluang baru di area rest stop, namun juga tekanan pada pelaku usaha di jalur lama
  • Properti — lonjakan harga tanah di sekitar exit tol, beberapa lokasi naik 3x dalam enam bulan terakhir
IKLAN Ruang iklan native — 728 × 250

Yang Masih Perlu Dijawab

Menjelang tengah hari, suasana di Gerbang Samarangan mulai ramai. Beberapa keluarga sengaja datang untuk "mencicipi" jalur baru — mengabadikan momen di depan papan nama tol, lalu kembali lewat jalur lama. Anak-anak yang tadi terlihat antusias sudah mulai lelah, mengantuk di pangkuan orang tuanya.

Di kejauhan, sebuah truk kontainer besar melaju kencang menuju utara. Di atas bak belakangnya tertulis "PRODUK LOKATARU — KUALITAS DUNIA". Sebuah pesan yang, jika semua berjalan sesuai rencana, akan lebih sering terlihat di tahun-tahun mendatang.

Namun apakah "semua berjalan sesuai rencana" — itulah pertanyaan yang baru akan terjawab, mungkin tidak dalam waktu dekat.

Reporter: Andra Rahmawan, Nurul Rahmi. Foto: Fikri Hanif. Editor: Hardi Pratama. Laporan dari Lokataru dan Samarangan.

AR

Andra Rahmawan

Reporter Daerah · Lokatv News

Meliput isu-isu pembangunan, ekonomi daerah, dan kebijakan publik di kawasan Jawa Tengah dan sekitarnya sejak 2019. Sebelumnya bekerja di media cetak lokal dan menulis buku "Jalan-Jalan Kecil Indonesia" (2022).

Lihat 127 artikel lainnya dari Andra →

Komentar Pembaca (214)

BD
Budi Darmawan · 38 menit lalu

Saya warga asli Cikalong. Semoga janji program pendampingan UMKM yang Rp 48 M itu beneran terealisasi. Soalnya warung saya udah sepi banget sejak tol beroperasi meski belum resmi dibuka.

WH
Wahyu Hidayat · 1 jam lalu

Bagus reportasenya. Dua sisi cerita diangkat, nggak cuma euforia pembangunan. Lebih banyak jurnalisme seperti ini tolong.

SR
Siti Rahayu · 2 jam lalu

Tarif Rp 18.500 untuk golongan I rasanya masih terlalu mahal buat warga lokal yang kerjanya pulang-pergi. Mungkin bisa dipertimbangkan kartu langganan khusus warga Lokataru?

Muat 211 komentar lainnya →